TOP NEWS

My way of joking is to tell the truth. That's the funniest joke in the world -Muhammad Ali-

Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, May 5, 2015

Tikus + Buaya = Super predator

"Saya benci tikus dan saya benci buaya tapi saya lebih benci dengan tikus bersifat buaya"
      Tikus, siapa yang tidak mengenal salah satu hewan pengerat ini. Hobinya nongkrong di tempat gelap nan jorok. Biasanya mereka memiliki tingkat kecerdasan yang mumpuni, terbukti jika salah satu tikus terkena perangkap maka ia akan memberitahu kawannya bahwa jalur yang mereka lewati berbahaya, sangat cerdas bukan? Oh iya, mereka malah bisa berpura-pura mati dan segera kabur sekedip mata ketika kita membuka perangkapnya. Tikus jaman sekarang tidak takut akan kucing seperti cerita dongeng ataupun serial kartun Tom and Jerry. Ada empat hal yang bisa di catat, yakni :
Pertama tikus sekarang kebanyakan sudah berteman dan berdamai dengan kucing.
Kedua karena tikus mempunyai kecerdasan tinggi bisa mengelabui kucing.
Ketiga kucing kurang berminat terhadap tikus lagi karena tikus yang begitu lincah.
Keempat kucing diberi sebagian makanan hasil curian tikus sehingga segan memangsa.
      Ini hanya pandangan saya sebagai masyarakat awam dengan kelakuan aparat dan pejabat publik saat ini. Satu hal yang paling saya takuti dari keempat pemikiran diatas adalah poin pertama dan keempat. Jelas karena pada kedua poin tersebut sudah masuk kedalam sendi-sendi hati nurani. Jika pada pin dua dan tiga masih bisa teratasi dengan bekerja keras dan mengolah strategi, namun pada poin pertama dan keempat lebih kepada kerusakan nurani dan sistem.
      Oke sekarang mari berpaling dari tikus dan menuju ke binatang yang menurut saya pribadi sangat powerful, apalagi kalau bukan buaya. Buaya memiliki jangka hidup yang panjang, terbukti dia dinobatkan sebagai salah satu mahluk jaman purba yang masih hidup hingga saat ini. Mungkin karena dia tidak pernah memilih jenis daging apa yang akan disantap, yang penting memiliki protein tinggi. Binatang satu ini juga bisa reinkarnasi menjadi sosok manusia yang dibenci oleh kaum hawa, namun kali ini saya tidak akan membahas hal itu. Saya akan lebih fokus kepada sifat utama buaya yang beringas, pandai mengintai, pandai mengambil kesempatan, tanpa pandang bulu, dapat hidup di dua alam dan berumur panjang. Saya kagum terhadap binatang buas ini, karena menurut saya semuanya sifatnya sangat mendukung untuk menjadi predator.
      Sesuai judul tulisan ini "Tikus + Buaya = Super Predator" maka saya akan menjabarkan Super Predator sesungguhnya di era ini. Ya benar sekali, super predator itu adalah kita semua sebagai umat manusia yang memiliki kemampuan intelejensi tinggi, powerful, lincah dsb. Satu hal yang membuat kita berbeda dari Super Predator ini adalah hati nurani dan perasaan yang ada dalam hati. Hati nurani merupakan hal murni terlepas dari sifat-sifat buruk. Oleh sebab itu hati nurani ini terletak ditempat terdalam dalam diri dan hanya manusia terpilih yang mampu mengaksesnya. Lazimnya apabila hati nurani telah tertutup maka segalanya sudah demi kepentingan pribadi dan kelompok.
       Saya merasa miris dan ingin mengeluarkan unek-unek dalam diri ini maka terciptalah tulisan ini. Berawal dari adek kelas yang mengeluarkan unek-unek dalam media sosial terkait hubungan Pemerintah Daerah - Mahasiswa yang notabene merupakan warga dari daerah tersebut. Kali ini saya tidak akan menutup-nutupi pemerintah daerah mana yang melakukan hal ini. Benar sekali, itu adalah pemerintah daerah saya, Majene. Sebuah kabupaten di pesisir propinsi Sulawesi Barat.
       27 Maret 2015. Memang sudah terlewat beberapa bulan yang lalu dan cenderung menjadi cerita basi namun hati sudah sesak maka perlu di lampiaskan.  Pada tanggal 27 Maret 2015 bertempat di Wisma Ammana I Pattolawali (Asrama Majene di Yogyakarta) kedatangan tamu dari perangkat daerah. Adapun fakta yang terjadi sesuai sumber terpercaya :
Perangkat daerah yang tergabung dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Asisten III, dan Kabag Umum beserta staf dan jajarannya.
Adapun tujuan dari kunjungan ini adalah untuk "Mencocokkan data aset daerah yang ada dalam catatan daerah dengan yang ada dilapangan beserta mengecek keadaan aset tersebut", ujar Asisten III yang kemudian dibenarkan oleh Kabag Umum.
Perangkat daerah kunjungan seluruhnya bertotal 17 orang sedangkan hanya 9 orang yang mengikuti pertemuan dengan pihak mahasiswa. Pihak panitia sudah menghubungi beberapa perangkat yang belum hadir namun tetap tidak datang.
Tidak semua perangkat yang hadir dalam pertemuan tersebut mengisi daftar presensi yang diberikan oleh panitia. Adapun isi presensi adalah nama, asal dan jabatan.
Durasi kunjungan berkisar 1 jam.
Harus menandatangani 25 rangkap SPPD dari 17 orang yang datang ke Yogyakarta
Berdasarkan fakta diatas maka ada indikasi bahwa :
Dari 17 orang perangkat daerah yang datang terdapat tamu non perangkat daerah yang menggunakan phantom mode.
Pihak yang tidak mengikuti pertemuan tersebut kemungkinan merasa tujuan utama ke Yogyakarta adalah vacation.
Pihak yang idak mengikuti pertemuan tersebut kemungkinan merasa pertemuan dengan mahasiswa adalah kegiatan wasting time.
Bagi perangkat daerah kemungkinan takut akan di panggil dan terbukti bersalah jika mengisi daftar presensi yang telah diberikan oleh panitia pelaksana.
Kemungkinan perangkat daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak mengetahui jabatannya secara jelas. Karena sedang dalam phantom mode.
Adanya indikasi bahwa kurang serius menanggapi tugas yang diemban. Untuk biaya perjalanan dinas sebanyak 17 orang bukanlah nominal yang sedikit. Terlebih lagi hanya diselesaikan selama 1 jam, itupun tak dihadiri oleh keseluruhan perangkat daerah.
Kemungkinan durasi 1 jam karena kurang paham akan tugas yang di emban dan menganggap sudah cukup dengan 1 jam, selebihnya vacation.
Adanya indikasi SKPD dalam Phantom Mode diluar 17 orang yang datang ke Yogyakarta.
Kemungkinan perangkat daerah tersebut kurang pandai dalam berhitung.
     Keresahan saya sangat beralasan, ini adalah salah satu contoh dari Super Predator yang berkeliaran dengan mudahnya. Sistem pemerintahan yang kendor atau memang karena sudah sama-sama tahu sehingga semua cukup mengatakan "alah, dari dulu gitu juga dan gak apa-apa kok". Dimana hati nurani anda para pejabat daerah? Anda di biayai oleh uang bapak, ibu, om, tante, kakek, nenek kami. Seluruh perjalanan dinas dan fasilitas di sediakan oleh bapak ibu kami agar dapat melaksanakan tugas tanpa memikirkan sulitnya mencari uang perjalanan. Tahukah anda perasaan bapak ibu kami ketika mengetahui anda semua hanya mempermainkan keringat mereka dan melihat kami anak-anaknya kalian acuhkan? 
      Wahai perangkat daerah yang terangkat menduduki jabatan yang ada saat ini sesungguhnya berkat pemilihan dari kami juga, jadi jangan sia-siakan kepercayaan kami yang kami taruh di pundakmu. Jika saya menjadi anda maka rasanya malu tak berbatas karena bersikap seperti itu.

"Indonesia tidak kurang orang pintar, indonesia kurang orang berhati nurani" 

Berikut ini saya lampirkan gambar screenshot dari sumber penulis :





10:06:00 AM oleh Unknown 0

Tuesday, March 31, 2015

Angin beri tahu waktu.

Rindu rasanya bisa bertingkah bebas layaknya bocah
Saat tidak ada satupun orang yang menyalahkan
Saat bisa berkreasi dan berimajinasi sesuka hati
Rindu rasanya.

Lupa kapan terakhir
Lupa akan hal yang sudah lama hilang
Hilang karena waktu yang terus berputar
Atau karena saya yang ingin melupakan
Kalau saja

Jika saja dapat memutar waktu
Waktu hanya bisa berkata "NO"
Semua telah diberikan
Tapi apakah mampu menangkap inti dari semuanya
Atau hanya lewat bersama angin
Berkata pada hati saja


2:43:00 PM oleh Unknown 0

Monday, March 30, 2015

Semua ini

Iya memang dirimu
Sesuatu yang tak tampak tapi kurasakan
Sesuatu yang kurasa dalam dalam batin
Sesuatu yang wujudnya abstrak
Iya memang dirimu

Akankah merasakan yang kurasakan
Semua keluh kesah ini
Akankah dapat terkirim dengan jarak dan waktu yang memisahkan
Semua tentang dirimu
Aku disini yang menanti dirimu

3:52:00 PM oleh Unknown 0

Friday, February 20, 2015

Apa sih geodesi?

       
www.facebook.com
    Seringkali kita bimbang bahkan tidak tahu ingin melanjutkan studi kemana setelah lulus SMA sederajat. Hal itupun yang penulis rasakan sebelum detik-detik kelulusan SMA beberapa tahun yang lalu. Terkadang popularitas jurusan, universitas ataupun sekolah tinggi memberi andil dalam kebingungan tersebut. Terlepas dari faktor-faktor non teknis tersebut, anda dapat saja memilih jurusan, universitas menurut minat masing-masing. Itu dapat terjadi apabila sudah yakin dan paham betul apa yang akan dihadapinya setelah lulus. Dalam tulisan ini bukan bermaksud untuk menjelekkan jurusan, universitas bahkan instansi pendidikan namun penulis ingin berbagi tentang jurusan yang telah penulis geluti selama 3.5 tahun belakangan.
     Sekarang pamor geodesi belum setenar kedokteran, teknik sipil, arsitektur, mesin dsb. Jika kamu-kamu yang kuliah di jurusan kedokteran akan bangga karena setiap orang akan langsung paham kerjaan kamu setelah lulus. Begitupun untuk jurusan terkenal lainnya seperti teknik sipil, arsitekstur dll.
A : Hai apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Kamu sekarang kuliah dimana?
B : Hai, kabar baik. Iya ya, kita sudah tidak ketemu sejak lulus SMA. Aku sekarang di           kedokteran UI.
A : Wah kamu hebat ya, bisa masuk kedokteran UI. 
B : Amin 
Mungkin konteks percakapannya yang penulis maksud ya seperti diatas, berbeda dengan halnya jika kamu kuliah di geodesi. Geodesi yang belum semua orang kenal akan memeberikan sensasi tersendiri. Sensasi yang akan kamu terima karena masuk kedalam jurusan yang masyarakat kuas tidak kenal secara pasti. 
 A : Hai apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Kamu sekarang kuliah dimana?
B : Hai, kabar baik. Iya ya, kita sudah tidak ketemu sejak lulus SMA. Aku sekarang di           Teknik Geodesi UGM.
A : Wah kamu hebat ya. Geodesi? Jurusan apa? Apa bedanya dengan                                 Geologi, Geografi, Geofisika? Itu jurusan apa ya? Nanti kalau lulus jadi apa? 
B : -_-
Percakapan diatas adalah salah satu konsekuensi yang akan kamu terima jika masuk kejurusan ini. Dibalik pertanyaan-pertanyaan seperti Apa sih geodesi? Geodesi berkutat di bidang apa aja? Susah gak masuknya? Nanti kelak kalau lulus bakal kerja dimana? kamu akan memiliki kesempatan menjual diri tentang jurusan ini dan bagaimana beruntungnya kamu masuk jurusan ini.
    Geodesi sendiri adalah jurusan yang hanya ada beberapa di perguruan tinggi di Indonesia, beberapa universitas yang membuka jurusan ini adalah UGM, ITB, UNDIP, ITS, ITN. dll. Sebenarnya di UGM sendiri jurusan ini sudah ada sejak tahun 1959, cukup tua bukan? Ya sudah berumur 55 tahun lebih. Jurusan teknik geodesi menghasilkan alumni-alumni yang dapat bekerja dalam berbagai bidang yang berkaitan tentang geospasial.
       Kembali dalam materi pengenalan apa itu geodesi. Pengenalan yang akan penulis berikan terkait materi yang dipelajari dan dapat bekerja dalam bidang apa.
  1. Bagi kamu kamu yang senang hitungan silahkan masuk Geodesi.
    www.microsurvey.com
  2. Geodesi tempatnya orang yang memperhatikan ketelitian tinggi. Perbedaan dalam satuan milimeter menjadi penting di Geodesi.
    pt.dreamstime.com
  3. Kalau kamu senang melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda, mari bergabung di geodesi.
  4. Pernah bermain mencari nama kota di peta Atlas? Pengen tau cara buat peta? Mari ke Geodesi.
    www.lifehack.org
  5. Suka traveling? Hiking? Menggunakan GPS bukan? Di Geodesi juga belajar GPS, tapi disini lebih menarik dan kompleks.
    landsurveyorsunited.com
  6. Kamu tinggal di lingkungan pertambangan? Tahu tidak cara mengetahui volume tambang sebelum di eksploitasi? Di geodesi jawabannya.
    www.stef92.com
  7. Bumi mengalami rotasi, pergerakan lempeng terjadi setiap waktu. Di geodesi bisa tahu apakah bangunan mengalami pergeseran atau tidak.
    informedinfrastructure.com
  8. Siapa yang senang bermain aeromodelling? Di geodesi bisa juga digunakan untuk pemetaan lewat UAV.
    www.karvak.co.id
  9. Peta yang sekarang kamu kenal apa saja? Di geodesi ada banyak sekali jenis peta dan kamu akan paham manfaat dari peta tersebut.
  10. Bagaimana bisa Pesawat Air Asia ditemukan? Pemetaan dasar laut jawabannya, ya itu ada di geodesi.
    video.nationalgeographic.com
  11. Di perkebunan seringkali dibutuhkan informasi berapa banyak pohon yang ada, sehat tidaknya dll. Semua bisa dijawab dengan pengolahan citra. Lagi-lagi dapat dilakukan di geodesi.
    forumjualbeli.com
  12. Ada yang disebut Sistem informasi Geografis, disana kamu akan belajar tentang analisis-analisis melalui software dan semua bisa sangat akurat.
    libraries.mit.edu
  13. Senang programming? Membuat software? Bisa masuk geodesi sebab disini anda akan diajak membuat programming terkait geospasial dan tentunya akan cukup menantang.
    www.pixelstech.net
  14. Sering main ke pantai? Sering memperhatikan air pasang dan surut? Di geodesi hal tersebut di pelajari dan semuanya bisa diketahui berapa tinggi pasang dan surutnya.
    luftirangga.blogspot.com
  15. Kamu mau jadi nasionalis dengan menegakkan batas wilayah indonesia? Bisa di geodesi. Kamu bisa mengetahui dimana sebenarnya batas indonesia.
    danangsusetyo.blogspot.com
  16. Seringkali kamu berbicara hal geodesi tapi kamu tidak paham. Contoh : indonesia terletak pada lintang dan bujur berapa? Itu adalah koordinat. Koordinat diperoleh dari mana? ada berapa banyak jenis koordinat? Seberapa penting koordinat? Di geodesi kamu bisa mengetahuinya.
    visual.merriam-webster.com
  17. Senang membuat model 3D wajah atau bangunan? Di geodesi kamu dapat melakukannya, bahkan kamu akan dapat mengetahui volume, luasan, dan koordinat bangunan tersebut.
    www.creativeobserver.com
  18. Bagaimana kapal, pesawat bisa sampai di tujuannya tanpa tersesat? Semua ada di geodesi.
    oceanservice.noaa.gov
  19. Ingin membuat desain tambang atau jalan? Yuk di geodesi dapat melakukannya.
    tips-sukses-snmptn.blogspot.com
    netgeodet.blogspot.com
    1. Jika kamu punya sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh BPN, maka peta dalam sertifikat itu orang yang paham tentang geodesi.
          20 hal diatas adalah perkenalan geodesi, namun bisa banyak yang kamu dapatkan melebihi hal diatas. Penulis adalah salah satu siswa yang bingung semasa SMA dan akhirnya memilih masuk ke jurusan ini. Saat masuk penulis ragu namun akhirnya semua bisa membuat penulis bersyukur karena tersesat dijalan yang benar.
    8:13:00 PM oleh Unknown 0

    Wednesday, June 25, 2014

    Jokowi : "Perlu dipertegas batas-batas laut"

          "Penegasan Batas-Batas Maritim"

         Selamat Sore teman-teman semua, setelah beberapa hari tidak update akibat ada UAS (Ujian Akhir Semester) maka sekarang saya ingin meluangkan waktu sedikit untuk menulis kembali. Berita hangat akhir-akhir ini adalah tentang pemilihan presiden tentunya. Presiden yang baik, tegas, amanah adalah presiden yang paling diidam-idamkan seluruh rakyat walaupun sesungguhnya belum tentu kita akan menemukan orang yang benar-benar sesuai dengan tipe pemimpin yang sempurna. 
         Tulisan ini jauh dari unsur kampanye tapi hanya sebatas pikiran/opini pribadi atas bahasan-bahasan negeri kita tercinta ini. Kembali ke masalah calon presiden dan calon wakil presiden, seperti yang telah diketahui bersama bahwa saat ini hanya ada dua calon yang berjuang yakni nomor urut 1 (Prabowo-Hatta) dan nomor urut 2 (Jokowi-Kalla). Kedua pasangan memiliki kelebihan masing-masing dalam hal politik dan pemerintahan tinggal kita sebagai masyarakat yang harus menentukan ingin pemimpin tipe seperti apa. KPU (Komisi Pemilihan Umum) memberikan  kemudahan untuk menelaah kesiapan tiap-tiap Capres dan Cawapres dengan melalui debat yang diadakan sebanyak 5 kali selain dengan melalui kampanye masing-masing calon. 
    Jokowi - Prabowo (Sumber : http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/22/269587175/Debat-Capres-Ketiga-Kembali-Jadi-Trending-Topik)
         Ada hal yang menarik dari materi topik debat ketiga pada hari minggu, 22 Juni 2014, yakni Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. Pada sesi debat ketiga ini ada beberapa hal yang menarik perhatian karena menyangkut kedaulatan Indonesia dan hak berdaulat Indonesia dalam segi perbatasan wilayah laut.  

    1. Jokowi mengatakan tentang "Perlu dipertegas batas-batas laut kita seperti apa"
    2. Prabowo menanyakan tentang "Laut Cina Selatan"
    3. Jokowi mengatakan tentang "Perlunya mengawasi spot-spot penting di batas negara dengan menggunakan Drone"
        Geodesi...Ya lagi-lagi karena geodesi inilah saya jadi tertarik untuk memperhatikan sesi debat ketiga antar capres tersebut, tidak lain karena adanya kaitan pembahasan para capres dengan ilmu yang tengah saya tekuni tentang geodesi. Geodesi memiliki peran dalam penentuan posisi di permukaan bumi seperti dalam penggunaan sebagai penentuan posisi batas wilayah.
         Tidak semua orang mengerti tentang aturan dalam penentuan batas-batas laut yang berlaku. Perlu diketahui bahwa aturan-aturan tentang perbatasan maritim telah diatur dalam UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). UNCLOS sendiri adalah konferensi hukum laut antara negara-negara didunia dimana Indonesia ikut andil dalam penentuan aturan dalam UNCLOS. Tahun 1958 adalah tahun berdirinya pertama kali UNCLOS yang dikenal sebagai UNCLOS I, tahun 1960 sebagai tahun lahir UNCLOS II dan pada tahun 1982 barulah tercipta UNCLOS III dengan beberapa perubahan, Indonesia turut aktif dalam terciptanya UNCLOS tersebut terbukti dengan peran Indonesia dalam memperjuangkan aturan-aturan untuk pembagian wilayah laut bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
         Beberapa hal yang ingin saya bagikan mengenai batas maritim di UNCLOS :
    1. Laut Teritorial menurut Pasal 3 UNCLOS 1982 menyebutkan bahwa setiap negara pantai berhak menetapkan lebar laut teritorialnya hingga suatu batas yang tidak melebihi 12 mil laut diukur dari garis pangkal yang ditentukan sesuai dengan konvensi ini. Di dalam TALOS (The Manual on Technical Aspect of the UNCLOS) ditegaskan lagi bahwa laut teritorial diukur dari garis pangkal ke arah laut dengan jarak yang tidak melebih 12 mil laut. Dengan demikian, di kawasan laut yang terletak di bagian dalam garis batas teritorialnya, sebuah negara pantai memiliki kedaulatan penuh. Namun demikian sesuai dengan UNCLOS, negara tersebut juga harus memberikan lintas damai kepada kapal-kapal negara lain sepanjang kapal-kapal negara asing tidak melanggar hukum dan perdamaian (sebagai catatan 1 mil laut = 1852 m ).
    2. Zona Tambahan Dalam Pasal 33 UNCLOS 1982 disebutkan bahwa negara pantai dapat melaksanakan pengawasan pada wilayah laut di luar laut teritorialnya sejauh maksimum 24 mil laut dari garis pangkal. Pengawasan yang dimaksud adalah untuk mencegah pelanggaran peraturan perundang-undangan bea cukai, fiskal,imigrasi atau saniter di dalam laut teritorialnya m menghukum pelanggaran peraturan perundang-undangan tersebut di atas yang dilakukan di dalam       wilayah atau laut teritorialnya.
    3. Zona Ekonomi Eksklusif sesuai pada Bab V pasal 55, 56 dan 57 UNCLOS 1982 mengatur mengenai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). ZEE adalah suatu daerah di luar dan berdampingan dengan laut teritorial, yang tunduk pada rejim hukum khusus yang ditetapkan dalam UNCLOS 1982, berdasarkan mana hak-hak dan yurisdiksi negara pantai dan hak-hak serta kebebasan-kebebasan negara lain di atur. Di dalam ZEE, negara pantai memiliki hak eksklusif untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam, kebebasan navigasi, hak penerbangan udara, dan melakukan penanaman kabel serta jalur pipa ( Andi,I.M.A, 2007).
    4. Landas Kontinen dijelaskan pada Pasal 76 UNCLOS 1982 menyebutkan tentang batas landas kontinen, yaitu meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari daerah di bawah permukaan laut yang terletak di luar laut teritorialnya sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratannya hingga pinggiran tepi kontinen atau hingga suatu jarak 200 mil laut dari garis pangkal darimana lebar laut teritorial diukur, dalam hal pinggiran luar tepi kontinen tidak mencapai jarak tersebut. Pasal 77 menyebutkan bahwa negara pantai menjalankan hak berdaulat di landas kontinen untuk tujuan mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumberdaya alamnya. Sumberdaya alam yang dapat dieksplorasi dan dieksploitasi terdiri dari sumberdaya mineral, sumberdaya non hayati, sumberdaya hayati jenis sedenter yaitu organisme yang pada tingkat sudah dapat dipanen tetap berada pada atau di bawah dasar laut.
    5. Garis Pangkal Normal dan Garis Pangkal Lurus
    Diatas adalah Ilustrasi Jarak Batas Laut dihitung dari Garis Pangkal (sumber : made andi arsana)
    Ilustrasi Garis Pangkal Lurus dari sebuah Negara
    (Sumber : TALOS  http://www.iho.int/iho_pubs/CB/C_51_ANIMATIONS/Figure4_2.ppt)
    Ilustrasi Laut Teritorial sejauh 12 mil dari garis pangkal
    (Sumber : TALOS http://www.iho.int/iho_pubs/CB/C_51_ANIMATIONS/Figure4_2.ppt)
    Ilustrasi Zona Tambahan sejauh 24 mil dari Garis Pangkal
    (Sumber : TALOS http://www.iho.int/iho_pubs/CB/C_51_ANIMATIONS/Figure4_2.ppt)
    Ilustrasi ZEE sejauh 200 mil dari Garis Pangkal
    (Sumber : TALOS http://www.iho.int/iho_pubs/CB/C_51_ANIMATIONS/Figure4_2.ppt)
    Ilustrasi Landas Kontinen
    (Sumber : TALOS http://www.iho.int/iho_pubs/CB/C_51_ANIMATIONS/Figure4_2.ppt)
         Dari dasar-dasar ilustrasi diatas dapat terlihat bahwa sebenarnya dalam penentuan batas maritim tidak sesederhana yang dibayangkan namun memiliki aturan aturan khusus yang telah tercantum dalam TALOS. Penegasan batas maritim Indonesia perlu dilakukan bersama dengan negara-negara tetangga yang terkait dan diselesaikan menurut aturan yang dianut oleh dunia internasional. Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 10 negara tetangga yang berbatasan dalam hal batas maritim yakni (India, Malaysia, Vietnam, Papua Nugini, Timor Leste, Singapura, Thailand, Filipina, Palau dan Australia) yang berarti begitu rumit dalam mempertahankan batas maritim dengan negara-negara tetangga.
         Bahasan kedua yakni berkaitan tentang Laut Cina Selatan yang ditanyakan oleh Prabowo kepada Jokowi. Pada bahasan ini saya mengambil referensi dari Pak Made Andi Arsana. Untuk lebih jelasnya, teman-teman dapat membaca tulisan pak Made Andi Disini
         Bagi teman-teman yang ingin membaca dan lebih mengetahui tentang aturan-aturan teknis (TALOS 5th edition) hukum laut di dunia internasional dapat mengunduhnya pada link dibawah ini:



        Tulisan ini bersumber dari materi perkuliahan hukum laut, TALOS 5th edition, UNCLOS. Apabila terdapat koreksi dan komentar penulis sangat menerima. Terima kasih :)
    6:39:00 PM oleh Unknown 1